Siandong, 10 Desember 2025 - MTs Ma’arif NU 8 Siandong melaksanakan kegiatan Kokurikuler dengan tema “Mengenal dan Mencegah Diskriminasi di Madrasah”. Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Polsek Larangan, Aiptu Rahmadi Hidayat, dan diikuti oleh seluruh peserta didik dengan penuh antusias.
Pembukaan oleh Kepala Madrasah
Kegiatan diawali dengan sambutan dan pembukaan resmi oleh Kepala MTs Ma’arif NU 8 Siandong, Ibu Farikhatun, S.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pendidikan karakter menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi siswa yang berakhlak dan berwawasan luas.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena mampu membuka wawasan siswa tentang pentingnya saling menghargai dan menjunjung tinggi nilai kesetaraan. Semoga dengan adanya sosialisasi ini, anak-anak semakin sadar untuk tidak melakukan tindakan diskriminasi dalam bentuk apa pun, baik di lingkungan madrasah maupun di luar madrasah,” ucap beliau saat membuka kegiatan secara resmi.
Beliau juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Polsek Larangan yang selalu aktif mendukung program pembinaan karakter di madrasah.
Materi oleh Aiptu Rahmadi Hidayat
Dalam sesi materi, Aiptu Rahmadi Hidayat menjelaskan berbagai bentuk diskriminasi yang sering terjadi di lingkungan pendidikan, mulai dari ejekan, pengucilan, hingga perbedaan perlakuan berdasarkan suku, fisik, maupun latar belakang keluarga. Beliau menegaskan bahwa tindakan diskriminatif dapat merusak mental siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang tidak sehat.
“Madrasah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan setara untuk semua siswa. Siapa pun tidak boleh diperlakukan berbeda hanya karena faktor tertentu,” tegas beliau dalam penyuluhannya.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi, tanya jawab, dan pemberian contoh kasus nyata agar siswa lebih mudah memahami dampak dari diskriminasi.
Harapan Madrasah
Pihak madrasah berharap melalui kegiatan Kokurikuler ini, siswa dapat menerapkan nilai-nilai saling menghormati, tidak membeda-bedakan teman, serta berani menolak setiap tindakan diskriminatif. Kegiatan ditutup dengan pesan kepada siswa untuk terus menjaga kekompakan dan persaudaraan di lingkungan madrasah.
Berikan Komentar